Waktu itu Rabu, 22 Agustus 2012. Tepatnya pukul 8 malam. Ayahku baru saja datang dari warung sebelah untuk mengisi pulsa. Setelah masuk rumah Ayah langsung memberi tahuku tentang keadaan bulan malam itu. Aku yang penasaran tentang keadaan bulan yang dimaksud Ayah, cepat-cepat menghampirinya di halaman rumah. Aku memandangi bulan sabit yang tidak ada istimewanya dengan bulan sabit sebelumnya. Tampak biasa saja. Ayah memberiku cermin dan menaruhnya di telapak tanganku yang mencari-cari bayangan bulan di wajah langit.
Ayah : "Ade, coba lihat bulan di langit, sepertinya sudah bulan keempat" sambil bergantian menatap bulan di langit dan menatapi bayangan bulan itu di cermin dengan serius.
Read more...
Ayah : "Ade, coba lihat bulan di langit, sepertinya sudah bulan keempat" sambil bergantian menatap bulan di langit dan menatapi bayangan bulan itu di cermin dengan serius.


