Rabu, 08 Mei 2013
Kau Tinggalkan Aku Tanpa Kata
Hari yang menjenuhkan
Ketika kita kehilangan kata untuk
diucapkan
Ketika tak ada niat lagi yang
terpikirkan
Membuatku sakit kepala yang tak
beralasan
Pesanmu merusak suasana hatiku
Mungkin karena secara tidak sengaja aku
terpikirkan tentang ceritamu dulu
Apakah kau pun mengingatku saat itu
juga?
Ha ha ha…
Kebingungan 3I Januari 20I3
Air
langit tak biarkan jalanku kering, pete-pete mulai meriang saat membelah danau
sesaat yang mengisi aspal depan kantor pertahanan kendari,
aku
dengan cemasku sabar mengikuti kemana pun pete-pete itu pergi, karena kuyakin
dia pasti mengantarku pulang.
Susahnya Jadi Pemaaf
Kamis, 2 Mei
20I3. Waktu itu adalah titik jenuh dari segala kelelahanku untuk menjadi
seorang ‘Pemaaf’. Sejak lima tahun yang lalu aku berusaha mengikuti nasehat
dari seseorang untuk belajar memaafkan. Ya, aku menghilangkan semua egoku untuk
menjadi seperti yang dia inginkan. Akhirnya aku menjadi manusia pemaaf yang
semakin lama dianggap semakin tidak berguna, rendah, dan seseorang yang tidak
pantas dipertimbangkan persaannya. Walaupun begitu, aku masih ingin menjadi
orang yang seperti itu. “Memaafkan adalah memberi sedikit ruang pada rasa
benci”, kalimat inilah yang menjadi motivasi untuk tidak menyesali perubahan
sifatku.
Langganan:
Komentar (Atom)





