Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Universitas Haluoleo adalah kampus di mana Dia Kuliah. Sejak kelulusannya di SMA N 1 Lainea tepatnya di Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara pada tahun 2008, dia langsung melanjutkan perguruan tingginya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yaitu di jurusan Bahasa dan Seni. Pasnya di Program Studi pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Daerah. Sejak duduk di bangku SMP yaitu SMP N 1 Lainea pada tahu 2002 dia sudah hobi menulis cerpen dan puisi. Menjadi anak bungsu dari lima bersaudara ini tidak terlihat begitu manja seperti anak-anak bungsu lainnya. Ini bisa terlihat dari keaktifan dan kesungguhannya mengurus beberapa organisasi antara lain menjadi pengurus Lingkar Studi Ilmiah Penalaran (LSIP), Semai Intelektual Muda Konawe Selatan (SIM Konsel), UKKI, Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia, dan organisasi eksternal kampus lainnya. Dia sangat hobi jalan-jalan mendatangi tempat yang belum pernah dikenalnya. Dan dia sedang berencana dengan sahabatnya untuk pergi ke suatu tempat yang sangat diimpikannya sejak 2009. Masih rahasia.. hehe.. selamat membaca Blog Putri Anawaingguluri.
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 08 Mei 2013

Kau Tinggalkan Aku Tanpa Kata


Hari yang menjenuhkan
Ketika kita kehilangan kata untuk diucapkan
Ketika tak ada niat lagi yang terpikirkan
Membuatku sakit kepala yang tak beralasan
Pesanmu merusak suasana hatiku
Mungkin karena secara tidak sengaja aku terpikirkan tentang ceritamu dulu
Apakah kau pun mengingatku saat itu juga?
Ha ha ha…

Lucu, alangkah lucunya cerita hidupku yang tak pernah bisa kutahu akhirnya
Aku selalu berpikir untuk tidak mengingatnya lagi
Tapi waktu yang terlewatkan sudah terlanjur menjadi kenangan
Aku tidak suka itu
Di sisi yang lain aku selalu berharap purnama ada di setiap malam
Biar aku bisa merasakan saat-saat di mana aku pernah berkata
“jika kau merindukanku maka tatapilah bulan di langit”
Saat itu pula aku merindu
Haruskah kututup telinga ketika ada berita tentangmu?
Haruskah kututup mata ketika ada sosokmu?
Haruskah kututup mulutku ketika ada suaramu?
Haruskah kumenghindarimu seumur hidupku?
Haruskah?
Kemarin kau telah pergi meninggalkan tanah tempat kita dulu berinjak bersama
Pergi entah kembali atau tidak, aku berharap kau takkan pernah kembali
Hati-hati di jalan dengan bahasa daerahmu yang pernah kau ajarkan, cukup kukatakan dalam hati.
Jika kau peka, pasti kau tahu apa kata hatiku.
“Selamat tinggal” bahkan tak bisa terucap lagi
Benar kata orang, harga diri adalah segalanya dan itu sangat mahal harganya
Sejak awal sudah kukatakan, aku benci kata “Maaf”
Dan hari ini pun aku masih mendengar itu darimu
Aku tak tahu mengapa aku menjadi sedih
Bukan karena kepergianmu
Tetapi sedih mendengar kata maaf dan pesan lisanmu yang tak kudengar langsung
Seseram itukah diriku di matamu?
Haruskah kuterima permintaan maafmu yang berlebihan hingga tercipta kata “sangat” dan “sekali”?
Haruskah kuterima salam darimu?
Pantaskah diriku menerima permintaan maaf dari ibumu? Itu membuatku merasa bersalah, karena diriku yang bukan apa-apa bisa membuat seorang ibu meminta maafku, sangat keterlaluan.
Haruskah kudengar lagi kata “maaf” karena janji yang belum kau tepati?
Aku benci kata “belum” karena itu mungkin sedikit membuatku berharap lagi
Aku berharap Maret adalah kali terakhir kumelihatmu
Selamat jalan…
Kuharap rasamu tertinggal di tanah ini saja
Jangan bawa sedikitpun itu bersamamu
Aku janji takkan menagih janji yang pernah kau buat
Jangan sedih apalagi merasa bersalah karena itulah jalan yang telah kita putuskan
Harapan kita dulu, kini punya arahnya masing-masing
Aku dan hidupku di sini, kau pun memilikinya sendiri
Allah punya rencana untukku dan untukmu, jangan khawatir, aku, kamu,dia, mereka, dan kita semua pasti bahagia
Buatlah keajaiban-keajaiban di dalam usahamu
Terima kasih telah mengajarkanku cara mencintai kesabaran
Terima kasih telah melatihku untuk menahan nafsu (marah, sedih, kasar, serakah, pendendam, dll.)
Terima kasih telah mendengar curhat-curhatku, manjaku, bahkan tangisku
Terima kasih telah menjadi orang yang kusapa “Kak” untuk waktu singkat
Ha ha ha… mengingat itu semua cukup membuat dadaku sedikit perih dan juga bahagia, meski hanya sesaat
Buku hijau penuh dengan namamu, biarlah dia abadi di sana, suatu saat aku akan mendongengkan itu pada keturunanku, mereka pasti penasaran melihat sosokmu. Maukah kau jika kukenalkan dengan mereka?
Membayangkan itu, membuat pipiku melesung
Mungkin terlalu jauh aku berjalan-jalan ke masa lalu
Oya, selamat yah bisa melanjutkan pendidikan, semoga diberi kemudahan di setiap urusan dan berakhir dengan kesuksesan.
Pesanku, jadilah orang yang bijak dalam menentukan pilihan hidupmu sendiri, jangan biarkan orang lain menjadi penentu keputusanmu, karena hidupmu adalah milikmu.
Terakhir, sangat sulit buatku menjadi orang yang dingin terhadapmu selama ini, kau pasti tahu alasannya. Itu juga pasti tak membuatmu nyaman, aku sangat menyadari itu. Aku sedang mencari definisi “maaf” dan aku telah menemukannya lewat salah satu film yang membuatku menyadari bahwa memaafkan adalah memberi sedikit ruang pada rasa benci.
separador

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Hahah

Posting Komentar

Followers